Upacara Peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026 Oleh Masyarakat Penambang Tradisional Panang (Dusun V) Kotabunan Berlangsung Khidmat

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boltim, Thenewsbmr.com – Berlokasi di Panang Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, Masyarakat penambang tradisional melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026.

Upacara peringatan HUT ke 81 tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat penambang tradisional Panang Desa Kotabunan.

Pembina upacara Alwin Tubagus dalam sambutan menyampaikan bahwa hari ini kita memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kita berdiri di Panang bukan karena kita tidak mencintai Indonesia. Justru karena kita mencintai Indonesia dan ingin kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat, ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Panang adalah Indonesia. Panang bukan tanah kosong. Panang adalah ruang hidup masyarakat. Di tanah inilah masyarakat Kotabunan telah menggantungkan kehidupan secara turun temurun. Disini ada sejarah, keluarga, kerja keras, dan harapan anak cucu. Karena itu, ketika masyarakat merasa ruang hidupnya semakin terdesak oleh masuknya kepentingan korporasi pertambangan, maka persoalan Panang bukan sekedar persoalan tanah. “Ini adalah persoalan keadilan, ini adalah persoalan kemanusiaan, dan ini adalah persoalan Indonesia”, tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Boltim Terima KIK Budaya Kabela, Sinergi Hukum dengan Kemenkum Sulut Diperkuat

Kita ingin bertanya kepada Pemerintah, apakah rakyat kecil masi memiliki tempat dalam pembangunan. Kami percaya pembangunan dan investasi boleh berjalan, tetapi pembangunan tidak boleh membuat rakyat kehilangan ruang hidupnya. Investasi tidak boleh menghilangkan martabat masyarakat. Dan pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan menghormati rakyat serta lingkungan, tambahnya.

Panang adalah Indonesia. Maka ketika masyarakat Panang menyampaikan kegelisahannya, sesungguhnya Indonesia sedang berbicara. Ketika masyarakat Panang meminta keadilan, sesungguhnya rakyat Indonesia sedang meminta keadilan. Dan ketika masyarakat Panang mempertahankan ruang hidupnya dengan cara damai dan bermartabat, sesungguhnya mereka sedang menjaga makna kemerdekaan.

Kepada pemerintah, kami meminta dengarkan suara masyarakat Panang. Jangan biarkan masyarakat merasa terusir dari tanah kelahirannya sendiri. Hadirkan keadilan, keterbukaan, dan dialog dalam setiap kebijakan yang menyangkut kehidupan masyarakat, bebernya lagi.

Baca Juga :  Sejarah Untuk Boltim, Bayar PBB Kini Bisa Lewat Scan QRIS

Kepada pihak korporasi kami berkata, kami bukan musuh pembangunan. Kami bukan anti investasi. Tetapi kami meminta agar masyarakat dihormati. Tanah ini bukan sekedar wilayah ekonomi, di atasnya ada manusia, sejarah dan kehidupan.

Dan kepada masyarakat Panang, mari kita tetap menjaga persatuan, jangan melawan dengan kekerasan, dan jangan membenci sesama anak bangsa, ujar Alwin.

Perjuangkan hak dengan keberanian, tetapi tetap dengan cara yang damai, bermartabat, dan konstitusional.

Hari ini merah putih berkibar di Panang, bendera itu adalah simbol bahwa Panang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, mari kita kobarkan semangat merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan, merdeka berarti rakyat memiliki ruang untuk hidup dengan bermartabat, merdeka berarti rakyat tidak kehilangan tanah tempat mereka menggantungkan kehidupan, merdeka berarti pembangunan hadir untuk rakyat, bukan menggusur rakyat, harapnya.

Baca Juga :  Wabup Argo Sumaiku Kunjungi Kemendagri, Bahas Serius Rencana Pendirian BUMD

Alwin Tubagus berharap, semoga perjuangan masyarakat Panang menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan Indonesia harus dibangun bersama rakyat bukan dengan mengorbankan rakyat. Panang adalah Indonesia, suara masyarakat Panang adalah suara Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia ke 81, tutupnya di akhir sambutan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Boltim Perkuat Penyelarasan Dengan Pemprov Sulut Lewat Rapat Evaluasi APBD Perubahan 2026
PT Brantas Memperkuat Standar ISO dalam Proyek RSUD Boltim, Keselamatan dan Mutu Menjadi Prioritas Utama
Open Turnamen Bupati Cup Boltim 2026 Resmi Ditutup. Bupati Tekankan Pembinaan Generasi Muda
Latsar CPNS Boltim 2026 Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Integritas dan Pengabdian
Marcel Sebut Pihaknya Sudah Surati Pengusaha Hentikan Pengolahan Tambang
Banyaknya Ekskavator Beroperasi di Sungai Paret, Ternyata Berdampak Positif Pada Perekonomian Masyarakat Lokal
Ketua TP-PKK Boltim Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Desa Lanut
14 Mahasiswa di Bolaang Mongondow Timur Dapat Beasiswa Dari PT ASA

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:18 WITA

Pemkab Boltim Perkuat Penyelarasan Dengan Pemprov Sulut Lewat Rapat Evaluasi APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:24 WITA

PT Brantas Memperkuat Standar ISO dalam Proyek RSUD Boltim, Keselamatan dan Mutu Menjadi Prioritas Utama

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WITA

Open Turnamen Bupati Cup Boltim 2026 Resmi Ditutup. Bupati Tekankan Pembinaan Generasi Muda

Selasa, 15 September 2026 - 21:50 WITA

Latsar CPNS Boltim 2026 Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Integritas dan Pengabdian

Sabtu, 12 September 2026 - 22:05 WITA

Marcel Sebut Pihaknya Sudah Surati Pengusaha Hentikan Pengolahan Tambang

Berita Terbaru