BSG Cabang Tutuyan Dan Pemkab Boltim Lakukan MOU Anggaran Kapitasi

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boltim, ThenewsBMR.com – Kabar baik buat Dinkes Boltim, khususnya delapan puskesmas ditambah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Pasalnya Bank SulutGo Cabang Tutuyan telah melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Pemerintah Daerah terkait anggaran kapitasi, Senin 9 Maret 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Moh. Iksan Pangalima, saat dikonfirmasi Thenewsbmr.com diruanganya memberikan penjelasan mendalam terkait penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dana kapitasi dengan Bank SulutGo. Menurutnya, perpanjangan kerja sama ini dilakukan untuk menyatukan sistem pembayaran dalam satu pintu, meningkatkan efisiensi transaksi kesehatan masyarakat, terangnya.

Dana kapitasi merupakan mekanisme pembayaran di muka oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan. Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah membayar lebih dulu untuk layanan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit, mirip dengan skema BPJS yang memberikan uang tunai di awal untuk kemudian ditanggung saat ada warga yang berobat.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Resmikan Sport Center Tutuyan dan Togid

“Yang pasti dana kapitasi itu sistemnya misalnya uangnya sudah diberikan kemudian ada warga yang berobat ke dokter, langsung terupload atau terkoneksi langsung ke Pemda dalam hal ini bagian keuangan, nanti pembayarannya langsung ke Bank SulutGo,” jelas Sekda Iksan Pangalima.

Sebelumnya, sistem pembayaran menggunakan BRI, namun prosesnya relatif lebih lambat. Pemerintah daerah memutuskan beralih ke Bank SulutGo karena beberapa pertimbangan strategis. Selain itu, Pemda Boltim juga memiliki pernyataan modal di Bank Sulut, sehingga penggunaan layanan perbankan tersebut memberikan keuntungan timbal balik bagi daerah.

“Karena kalau ke bank lain rugi karena pemegang saham di Bank SulutGo kemudian tidak timbal balik maka kita yang akan rugi,” tegas Iksan Pangalima.

Sementara itu, Branch Manager Bank SulutGo Cabang Tutuyan, Faisal Ambarak menambahkan penjelasan teknis tentang mekanisme kapitasi. Dana tersebut berupa pembayaran di muka oleh BPJS Kesehatan kepada Dinas Kesehatan. Sebelumnya, uang tersebut tidak melalui Bank SulutGo karena tidak berhubungan langsung dengan Pemda dan bersumber langsung dari BPJS.

Baca Juga :  Didampingi Istri Tercinta, Bupati Boltim Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir di Bolmong

Namun kini sistem telah berubah. Terdapat 8 Puskesmas dan 1 rumah sakit di wilayah Boltim yang harus membuka rekening kapitasi di Bank SulutGo. Total 9 fasilitas kesehatan tersebut kini menjadi pengelola dana kapitasi yang langsung terintegrasi dengan sistem perbankan daerah.

Perubahan ini membawa dampak positif signifikan bagi operasional fasilitas kesehatan. Sebelumnya, para pengelola Puskesmas dan rumah sakit harus melakukan perjalanan ke Kotamobagu ibu kota kabupaten hanya untuk mencetak rekening koran, cek saldo, atau cek mutasi. Proses tersebut memerlukan waktu dan biaya transportasi yang tidak sedikit.

Dengan adanya kantor cabang Bank SulutGo yang lebih dekat, seluruh proses administrasi perbankan kini dapat diselesaikan dengan lebih efisien. Pelayanan perbankan yang dekat dengan lokasi fasilitas kesehatan mengurangi beban operasional dan mempercepat akses informasi keuangan.

Baca Juga :  Kelompok Petani dan Nelayan Dapat Bantuan CSR Dari PT ASA Penyerahannya Dilakukan Langsung Oleh Bupati Boltim

Kebijakan ini mencerminkan komitmen Pemda Boltim dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Integrasi sistem pembayaran kapitasi dengan Bank SulutGo tidak hanya menguntungkan dari sisi administrasi, tetapi juga memperkuat posisi keuangan daerah melalui investasi di bank milik pemerintah.

Dengan sistem yang lebih efisien, diharapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Boltim dapat semakin optimal. Dana kapitasi yang mengalir lancar memastikan ketersediaan obat-obatan, peralatan medis, dan insentif tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan yang melayani peserta BPJS Kesehatan.

Diketahui, penandatanganan MOU tersebut, juga didampingi oleh Ryan R Poligatan, selaku Manager SDM dan Umum. (Rustaman Paputungan)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Boltim Perkuat Penyelarasan Dengan Pemprov Sulut Lewat Rapat Evaluasi APBD Perubahan 2026
PT Brantas Memperkuat Standar ISO dalam Proyek RSUD Boltim, Keselamatan dan Mutu Menjadi Prioritas Utama
Open Turnamen Bupati Cup Boltim 2026 Resmi Ditutup. Bupati Tekankan Pembinaan Generasi Muda
Latsar CPNS Boltim 2026 Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Integritas dan Pengabdian
Marcel Sebut Pihaknya Sudah Surati Pengusaha Hentikan Pengolahan Tambang
Banyaknya Ekskavator Beroperasi di Sungai Paret, Ternyata Berdampak Positif Pada Perekonomian Masyarakat Lokal
Ketua TP-PKK Boltim Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Desa Lanut
14 Mahasiswa di Bolaang Mongondow Timur Dapat Beasiswa Dari PT ASA

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:18 WITA

Pemkab Boltim Perkuat Penyelarasan Dengan Pemprov Sulut Lewat Rapat Evaluasi APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:24 WITA

PT Brantas Memperkuat Standar ISO dalam Proyek RSUD Boltim, Keselamatan dan Mutu Menjadi Prioritas Utama

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WITA

Open Turnamen Bupati Cup Boltim 2026 Resmi Ditutup. Bupati Tekankan Pembinaan Generasi Muda

Selasa, 15 September 2026 - 21:50 WITA

Latsar CPNS Boltim 2026 Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Integritas dan Pengabdian

Sabtu, 12 September 2026 - 22:05 WITA

Marcel Sebut Pihaknya Sudah Surati Pengusaha Hentikan Pengolahan Tambang

Berita Terbaru