Boltim, ThenewsBMR.com – Memasuki hari keempat bulan suci Ramadhan, suasana malam di Desa Buyat Bersatu tampak lebih hidup dari biasanya.
Kampung Ramadhan yang digelar oleh masyarakat setempat kembali hadir sebagai ruang berkumpul warga sekaligus pusat kuliner musiman yang menyatukan nuansa religius, hiburan, dan geliat ekonomi desa.
Berlokasi di Lapangan Torotakon Buyat, kegiatan ini berlangsung setiap hari selama bulan Ramadhan.
Aktivitas dimulai setelah pelaksanaan salat tarawih dan berlanjut hingga pukul 24.00 WITA.
Sejak dibuka, Kampung Ramadhan menjadi magnet bagi warga Desa Buyat Bersatu maupun masyarakat dari wilayah sekitar.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (21/2/2026), area lapangan dipenuhi deretan lapak UMKM yang menawarkan beragam pilihan kuliner.
Mulai dari jajanan tradisional khas daerah, aneka takjil berbuka, hingga makanan kekinian yang tengah digemari generasi muda.
Aroma makanan yang menggoda berpadu dengan keramaian pengunjung menciptakan suasana hangat dan akrab.
Tak hanya berburu kuliner, pengunjung juga dimanjakan dengan pertunjukan live musik yang digelar setiap malam.
Alunan musik santai membuat suasana Kampung Ramadhan terasa lebih nyaman, sekaligus menjadi hiburan keluarga setelah menjalani aktivitas ibadah di siang hari.

Kehadiran panggung hiburan ini turut memperpanjang durasi kunjungan warga, sehingga perputaran ekonomi di area kegiatan semakin terasa.
Salah satu panitia pelaksana, Iyas Modeong, mengatakan bahwa Kampung Ramadhan digelar sebagai upaya untuk meramaikan desa selama bulan suci.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda hiburan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan warga.
“Ini sudah tahun kedua Kampung Ramadhan kami laksanakan. Antusiasme masyarakat sangat baik dan terus meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iyas berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku UMKM lokal.
Dengan adanya ruang promosi dan penjualan yang terpusat, pelaku usaha kecil di Desa Buyat Bersatu memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan selama Ramadhan.
“Kami ingin UMKM desa benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.
Kampung Ramadhan Desa Buyat Bersatu juga menjadi contoh bagaimana kegiatan berbasis masyarakat dapat dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.
Perpaduan antara kuliner, hiburan, dan kebersamaan menjadikan acara ini bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga ruang silaturahmi yang mempererat hubungan sosial warga.
Dengan konsep yang terus dikembangkan, Kampung Ramadhan di Kecamatan Kotabunan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang dinantikan, sekaligus motor penggerak ekonomi lokal selama bulan suci Ramadhan di Bolaang Mongondow Timur. (RuPa)














