Boltim, Thenewsbmr.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) telah menyelenggarakan Wisuda Santri bagi 22 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA) yang berlokasi di wilayah Kecamatan Modayag, Modayag Barat, dan Mo’oat. Sebanyak 161 santri dan santriwati diwisuda dalam acara yang mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani Berakhlak Karimah dan Berdaya Saing”.
Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 26/8/26, bertempat di Goba Molunow. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati beserta Wakil Bupati Boltim, Ketua TP-PKK Boltim, jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kemenag, para ustadz-ustadzah, orang tua santri, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh santri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an. Beliau berharap ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka.
Bupati juga berpesan agar para santri senantiasa memegang teguh nilai-nilai Al-Qur’an, bahkan di tengah kesuksesan yang kelak akan mereka raih.
“Saya berharap suatu hari nanti kalian akan menjadi pemimpin, guru, dokter, pengusaha, akademisi, ulama, dan profesional di berbagai bidang. Di mana pun kalian berada dan sebesar apa pun keberhasilan yang kalian capai, jangan pernah melepaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkapnya.
“Dari anak-anak yang hari ini belajar membaca Al-Qur’an, insya Allah akan lahir generasi yang kelak akan membaca, memahami, mengamalkan, dan membawa Bolaang Mongondow Timur menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang diwisuda.
“Hadirin yang saya hormati, demikian yang dapat saya sampaikan. Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada seluruh santri yang hari ini dikukuhkan dan diwisuda. Teruslah belajar, teruslah mengaji, dan teruslah menjadi manusia yang memberikan manfaat,” pungkasnya.
Wisuda 161 santri TPQ/TPA se-Kabupaten Boltim ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak karimah dan daya saing tinggi untuk kemajuan daerah.














