Bogor, ThenewsBMR.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, bersama Wakil Bupati Argo Vinsensius Sumaiku menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Rakornas ini secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan menjadi forum strategis nasional dalam menyatukan arah kebijakan pembangunan pusat dan daerah.
Kehadiran pimpinan daerah Boltim dalam forum berskala nasional tersebut tidak hanya diwakili kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Turut mendampingi, Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, serta Kepala BPS Boltim Abdullah Kango.
Komposisi ini mencerminkan soliditas unsur eksekutif, legislatif, aparat keamanan, dan lembaga statistik dalam mendukung sinkronisasi kebijakan pembangunan.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 merupakan agenda penting pemerintah untuk memperkuat integrasi perencanaan pembangunan nasional dengan program daerah.
Forum ini diarahkan untuk memastikan seluruh kebijakan strategis nasional, termasuk program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045, dapat diimplementasikan secara efektif hingga ke tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kekompakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Presiden menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, penguatan koordinasi kebijakan, serta keberanian daerah dalam melakukan terobosan pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Presiden juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional harus dibangun secara inklusif dan berkeadilan, dengan tetap memperhatikan potensi serta karakteristik masing-masing daerah.
Sinergi pusat–daerah dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, menekan ketimpangan, serta mempercepat pembangunan wilayah.
Bupati Boltim Oskar Manoppo menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam Rakornas ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran daerah dalam mendukung kebijakan nasional.
Menurutnya, Rakornas menjadi ruang penting bagi daerah untuk menyelaraskan program pembangunan lokal dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
“Rakornas ini menjadi momentum untuk membangun kesamaan visi dan persepsi antara pusat dan daerah. Dengan sinergi yang kuat, pembangunan di Bolaang Mongondow Timur dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Oskar Manoppo.
Lebih lanjut, Oskar berharap hasil Rakornas dapat menjadi rujukan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah Tahun 2026.
Fokus utamanya adalah percepatan pembangunan, penguatan sektor pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Boltim secara merata.
Sebagai informasi, Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 diikuti oleh 4.011 peserta yang terdiri dari Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wali Kota, Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota, unsur Forkopimda, serta jajaran Badan Pusat Statistik dari seluruh Indonesia. (RuPa)














