Boltim, ThenewsBMR.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V, Dra. Yasti Soepredjo Mokoagow, di Kantor Bupati Boltim, Sabtu (7/2/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur yang krusial bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Yasti Soepredjo Mokoagow yang dinilainya sebagai bentuk nyata perhatian wakil rakyat di tingkat pusat terhadap daerah.
Ia menegaskan, komunikasi langsung seperti ini sangat dibutuhkan agar aspirasi daerah tidak terputus di tengah keterbatasan fiskal nasional.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Ibu. Ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur untuk berdiskusi langsung serta menyampaikan kondisi riil dan tantangan pembangunan daerah,” ujar Oskar.
Bupati juga menyinggung situasi pembangunan nasional yang berdampak langsung ke daerah, khususnya terkait keterbatasan proyek fisik.
Menurutnya, hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia menghadapi kondisi serupa.
“Melalui forum ini, kami berharap jajaran OPD dapat menyampaikan secara langsung berbagai kendala maupun kebutuhan prioritas Boltim, sehingga bisa diperjuangkan di tingkat pusat,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, Dra. Yasti Soepredjo Mokoagow, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari komitmennya dalam memastikan program pembangunan pusat benar-benar menyentuh kebutuhan daerah.
Ia mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kabupaten Boltim dan DPRD dalam menyampaikan aspirasi.
“Terima kasih kepada Pak Bupati, pimpinan dan anggota DPRD, serta seluruh jajaran. Diskusi seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama dalam melayani masyarakat Boltim,” kata Yasti.

Yasti menjelaskan, sejumlah program infrastruktur yang telah dibahas sebelumnya kini mulai menunjukkan progres nyata.
Salah satunya adalah pembangunan jalan daerah dan jalan sentra tani dengan nilai anggaran yang cukup signifikan.
“Sekitar satu tahun lalu kita membahas program jalan di Boltim. Insya Allah tahun 2026 ini akan terealisasi dengan anggaran kurang lebih Rp160 miliar. Program ini sudah masuk dalam green book Bappenas dan tinggal menunggu tahapan sosialisasi serta peninjauan lapangan,” jelasnya.
Ia memperkirakan, proses tender dapat mulai berjalan paling lambat Mei atau Juni 2026, sehingga pelaksanaan fisik dapat segera dimulai di daerah.
Selain jalan, Yasti juga merespons usulan pembangunan jembatan gantung yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat desa, khususnya di wilayah dengan sungai besar.
“Tahun ini kita upayakan satu jembatan gantung terlebih dahulu. Usulan dari Bolaang Mongondow Raya cukup banyak, sehingga harus dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.
Terkait Inpres Jalan Daerah (IJD), Yasti menyebutkan pihaknya sedang memperjuangkan fleksibilitas lebar jalan agar disesuaikan dengan kondisi wilayah.
“Jika lebar jalan bisa disesuaikan, maka panjang jalan yang dibangun akan lebih maksimal. Ini penting karena daerah memiliki keterbatasan pembebasan lahan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh usulan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Dirjen Bina Marga. Yasti berharap sebagian besar program dapat terealisasi pada tahun berjalan.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, jajaran anggota DPRD, pimpinan OPD, serta tenaga ahli Bupati.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal program pembangunan agar benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Boltim. (RuPa)














